Komandan Jiang menggenggam pedangnya lebih erat, otot-ototnya menegang. Ia tahu bahwa selisih kekuatan mereka terlalu jauh, tetapi menyerah bukanlah pilihan.

"Apapun yang terjadi, aku harus bertahan dan berusaha menyelamatkan nona Li Wei."

Zhou Rui menghilang dalam sekejap mata. Komandan Jiang hanya memiliki waktu sepersekian detik untuk bereaksi sebelum sebuah pukulan keras menghantam perisai energi yang ia buat dengan tergesa-gesa. Ledakan terdengar, dan tubuhnya terlempar ke belakang, menghantam tanah dengan keras.

"Terlalu lambat," ejek Zhou Rui, melangkah maju dengan santai. "Apa hanya segini kemampuanmu?Tunjukkan kemampuanmu sebagai seorang komandan."

Komandan Jiang berdiri dengan susah payah, darah mengalir dari sudut bibirnya. Namun, semangatnya tidak goyah. Ia mengangkat pedangnya dan meningkatkan kekuatannya hingga ke batas maksimal. Komandan Jiang kemudian maju dan menyerang dengan kecepatan penuh, bilah energi perak berkelebat, mengincar titik lemah Zhou Rui.

Namun, perbedaan ranah Kultivasi mereka terlalu jauh, Zhou Rui dengan mudah menghindar. Dengan satu gerakan tangan, ia menangkis serangan itu dan melepaskan serangan telapak tangan yang mengenai dada Komandan Jiang. Napasnya tercekat, tubuhnya kembali terpental ke belakang, menciptakan retakan di tanah tempat ia jatuh.

"Paman Jiang!" Li Wei menjerit, matanya dipenuhi kepanikan. Ia berusaha maju, tetapi Xia Tao tetap menghalanginya.

Li Wei segera menyerang Xia Tao dengan pedangnya, dalam pikirannya hanyalah menolong komandan Jiang, namun serangannya dengan mudah dipatahkan oleh Xia Tao yang memiliki tingkatan diatasnya.

"Nona cantik, kamu sebaiknya diam dan lihat pertunjukan dengan tenang. Akan ada waktunya giliran kalian." Kata Xia Tao sambil tertawa.

"Paman Jiang, bangunlah. Paman Jiang, berjuanglah." Kata Li Wei berusaha memberi semangat dengan air mata mengalir di pipinya.

Sebagai murid kesayangan sekte Api Langit, Li Wei adalah wanita yang kuat dan pantang menangis, namun melihat kondisi komandan Jiang yang sudah merawatnya sejak kecil, membuatnya tidak mampu menahan diri.

Komandan Jiang bangkit lagi, meskipun tubuhnya gemetar. Pedangnya terangkat, meskipun cengkeramannya melemah.

"Kau masih berdiri?" Zhou Rui menyeringai. "Sungguh gigih. Tapi tak ada gunanya."

Dengan satu langkah cepat, ia muncul tepat di depan Komandan Jiang dan melepaskan pukulan telak ke perutnya. Komandan Jiang terbatuk darah, tubuhnya membungkuk akibat dampak serangan itu. Namun, Zhou Rui tidak berhenti. Ia meraih pundak Komandan Jiang dan menendangnya dengan kekuatan penuh, membuat tubuh komandan itu terpental dan jatuh keras di tanah.

Li Wei menangis, air matanya mengalir deras. "Hentikan! Jangan sakiti Paman Jiang!"

Namun, Zhou Rui hanya tertawa, menatap Komandan Jiang yang tergeletak dengan tubuh penuh luka.

Di sisi lain, Jelita menatap dengan mata membelalak. Ketakutan menyelimuti dirinya, tanpa sadar tangannya mencengkeram pakaian Lynx dengan erat. Tubuhnya gemetar, hatinya berdebar tak menentu.

Sementara itu, Komandan Jiang mencoba bangkit sekali lagi, tetapi lututnya gagal menopang tubuhnya. Zhou Rui memfokuskan energinya ke kaki, bersiap memberikan serangan terakhir kapanpun.

"Bagaimana Gao Zhen, apakah kita cukupkan bermain-main dan langsung habisi mereka?" tanya Zhou Rui dengan suara dingin. "Saatnya kita mengakhiri ini."

Li Wei berteriak panik, air matanya semakin deras. "Jangan!"

Li Wei berteriak panik, air matanya semakin deras. "Jangan! Lepaskan Paman Jiang!" Ia jatuh berlutut, menatap Gao Zhen dengan mata memohon. "Apa sebenarnya mau kalian?Jika kalian mau tahu tentang Gao Qian, kami sungguh-sungguh tidak tahu apa yang terjadi pada Gao Qian! Mendadak saja dia menghilang! Tolong, lepaskan Paman Jiang!"

Gao Zhen tertawa dingin, matanya menyipit penuh kecurigaan. "Jadi kalian benar-benar tidak tahu? Lucu sekali." Nada suaranya berubah dingin. "Aku tidak perduli apa yang terjadi kepada Gao Qian, tapi aku ingin tahu siapa yang mengalahkannya. Kalau kalian tidak mengetahuinya, kalian sudah tidak berguna lagi."

Ia melangkah mendekati Komandan Jiang, menatapnya dengan penuh penghinaan. "Sebenarnya, apa tujuan kalian?" tanya Komandan Jiang mengulangi pertanyaan Li Wei dengan suara serak, mencoba menggali informasi.

Gao Zhen menyeringai. "Itu bukan urusanmu. Yang jelas, karena kalian sudah melihat wajah kami, maka kalian harus mati. Kecuali dua wanita yang bersamamu. Kami masih membutuhkannya untuk memaksa walikota memenuhi keinginan kami."

Dengan satu gerakan tangan, Gao Zhen memberi isyarat. "Zhou Rui, habisi dia."

Zhou Rui mengangkat kakinya yang mulai bersinar dengan energi penghancur. Li Wei menjerit ketakutan, tubuhnya gemetar. "Tidak! Paman Jiang!"

Namun sebelum tendangan itu mendarat, tubuh Xia Tao tiba-tiba terlempar ke arah Zhou Rui. Dengan suara dentuman keras, Xia Tao menghantam tanah dengan dahinya berlubang, dua luka bakar seperti tertusuk besi panas terlihat jelas di dahinya.

Semua orang membeku.

Dari kejauhan, suara tenang namun dingin terdengar. "Padahal aku hanya ingin merendah, tidak ingin menunjukkan kekuatanku, tapi ada saja orang yang mencari masalah."

Semua mata tertuju pada Lynx yang kini berdiri tegak. Ternyata, sesaat sebelum Komandan Jiang dibunuh, Jelita yang ketakutan menarik-narik baju Lynx, menatapnya dengan penuh harap dan permohonan.

Melihat hal itu, Lynx akhirnya bergerak. Dengan kekuatan matanya, ia menembakkan laser tak kasatmata yang mengenai Xia Tao, langsung melumpuhkannya dan melemparkan tubuhnya ke arah Zhou Rui, menggagalkan eksekusi terhadap Komandan Jiang.

Semua orang membeku, mata mereka terbelalak tak percaya.

"Apa?!"

"Bagaimana mungkin?!"

Komandan Jiang dan Li Wei menatap tubuh Xia Tao dengan kaget. Luka itu… sama persis dengan luka yang ditemukan pada anggota Gao Qian yang tewas sebelumnya!

Para prajurit mulai berbisik di antara mereka. "Jangan-jangan… Xiao Ling yang menolong kita waktu itu?Lihat lukanya sama."

"Apa dia juga yang membawa pergi Gao Qian dan anak buahnya?!"

Mendengar itu, ekspresi Gao Zhen dan kelompoknya berubah marah. Mata mereka menyipit tajam ke arah Xiao Ling dan memeriksa kekuatan yang terpancar dari tubuhnya. "Forging Qi tingkat satu, tidak mungkin dia bisa melakukan hal ini."

Tiba-tiba Gao Zhen berteriak memberi perintah, "Pasti dia punya artefak tingkat dewa! Itu sebabnya dia bisa membunuh rekan kita dengan mudah. Cepat bunuh dia dan rebut artefaknya!"

Mendengar kata artefak, Huang Fei langsung menyerang tanpa ragu. Ia menyalurkan Qi ke tinjunya, menciptakan gelombang energi yang menggetarkan udara di sekitarnya. Dengan teriakan penuh amarah, ia mengayunkan pukulan ke arah Xiao Ling, berniat membunuhnya dalam satu serangan. Dengan kultivasinya di tingkat master foundation perak pertengahan, serangannya lebih dari cukup untuk membunuh pemuda didepannya.

Namun, Lynx tetap berdiri tenang.

Dalam sekejap, saat pukulan Huang Fei yang berlapiskan energi spiritual datang, ia menangkap pukulan itu dengan satu tangan. Udara bergetar akibat benturan, tetapi Lynx tidak bergeming. Mata Huang Fei membelalak, tidak percaya bahwa pukulannya dihentikan dengan begitu mudahnya.

"Apa?!"

Sebelum Huang Fei sempat bereaksi lebih jauh, Lynx mengayunkan tangannya, membanting tubuh Huang Fei ke tanah dengan keras. Suara tulangnya berderak terdengar jelas, membuat semua orang yang melihatnya bergidik.

Hening seketika. Mata semua orang membelalak, gemetar.

"Bagaimana… bisa?"

"Dia membunuh Huang Fei, master foundation perak pertengahan dengan mudah?" Batin Zhuo Rui

Komandan Jiang menatap pemandangan itu dengan ekspresi tidak percaya. Li Wei pun sama, mulutnya sedikit terbuka, seakan tidak mampu memproses apa yang baru saja terjadi.

Lynx, yang mereka anggap hanya seorang kultivator lemah, baru saja menghancurkan salah satu lawan mereka dengan mudah.

Komandan Jiang mengeluarkan keringat dingin,"Sepertinya dia juga yang sudah menolong kami dari binatang iblis. Untunglah aku menjaga sikapku selama ini terhadapnya."

Zhou Rui berdiri dengan tegang, pedangnya terangkat tinggi, bersinar di bawah cahaya matahari. Kekuatan kultivasinya meledak, memancarkan gelombang energi yang membuat tanah di sekitar mereka bergetar. Cahaya keemasan menyelimuti tubuhnya, aura kultivasi yang mematikan melesat ke udara, menciptakan tekanan yang cukup untuk membuat udara terasa berat. Dengan senyum penuh kebanggaan, ia menatap Lynx.

"Kau tidak tahu dengan siapa kau berhadapan!" teriaknya, suara penuh amarah dan kebanggaan. "Aku adalah Kultivator Master Foundation Emas Awal, dan kau hanya seorang anak kecil yang tak tahu batas! Saat pedangku datang, semuanya akan hancur!"

